komput@si (ISSN 2086-5317) http://www.komputasi.lipi.go.id

Tim Berners Lee, Pencipta WWW
Wawan Saprudin (Teknik Elektro ITB)

Beberapa waktu lalu, Tim Berners Lee mendapat kehormatan sebagai salah satu dari 100 orang berpengaruh di abad ini versi majalah TIME. Namanya bisa disejajarkan dengan ilmuwan komputer Alan Turing, dan perintis 'kaliber' berat dari beragam bidang lainnya semacam psikoanalisis, antropologi, fisika, biologi, ekonomi, bahkan teknologi pesawat terbang.

Untuk seorang muda --kebanyakan ilmuwan yang dipilih sudah uzur atau bahkan telah lama meninggal-- ini merupakan sebuah kehormatan besar. Bahkan salah satu pengagumnya, CEO perusahaan Novell, Eric Schmidt, pernah berujar ke New York Times, "Kalau saja ini merupakan bidang sains tradisional, Berners-Lee dapat meraih hadiah Nobel. Apa yang telah dia lakukan sangat penting."

Lalu, apa yang telah dilakukannya hingga mendapat penghormatan yang begitu besar? Saat ini, jutaan orang menggunakan hasil karyanya yaitu jaringan komputer dari berbagai belahan dunia yang lebih dikenal istilah World Wide Web (www).

Dialah ilmuwan komputer yang menemukan dan mengembangkan jaringan global maya atau www. yang menjadikan tiga huruf kembar populer di dunia teknologi informasi (TI).

Lalu apa hubungan www dengan Internet? Internet adalah jaringan komputer se-dunia yang dibentuk dan dikembangkan pertama kali oleh Departemen Riset Pertahanan AS. Sementara itu, WWW adalah media bagi orang untuk dapat berbagi dokumen, gambar, film, musik dan informasi, serta menjual barang dan jasa.

Jika internet merupakan jalan raya tempat terjadinya arus lalu lintas data, maka www adalah browser-nya (istilah yang populer saat ini). Browser memudahkan pengguna internet melakukan surfing dan menampilkan data yang diinginkan.

Berners Lee adalah penulis program browser pertama dan server WWW pertama di dunia. Saat ini, browser yang sering digunakan adalah Internet Explorer, Netscape dan Mozilla. Berners-Lee juga menulis piranti lunak yang mendefinisikan Hyper Text Markup Language (HTML), Uniform Resource Locator (URL), dan Hyper Text Transfer Protocol (HTTP).

Kesemuanya itu adalah bahasa pemrograman yang digunakan banyak orang untuk menampilkan isi sebuah situs dan protokol bagaimana situs-situs dapat ditemukan di internet dan berkomunikasi satu sama lainnya.

Kisah penemuan WWW ini berawal ketika Tim bekerja di CERN, laboratorium fisika partikel milik Eropa di tahun 1980. Saat itu dia hanya bekerja sementara selama 6 bulan sebagai perekayasa piranti lunak (software engineer).

Mengingat CERN merupakan institusi multi-nasional, Berners Lee ingin membuat suatu software yang dapat menghubungkan data-data dan informasi yang dia miliki dan para periset lainnya. Dengan demikian mereka dapat bekerja dengan lebih efisien.

Dia menamakan software tersebut Enquire, kependekan dari Enquire Within Upon Everything, judul ensiklopedia yang dia ingat waktu masih kecil. Ide ini lantas dikembangkannya di luar organisasi CERN.

Lee berpikir, mengapa hanya membatasi jaringan ini dalam CERN saja? Bagaimana kalau para ilmuwan di tempat lain ingin berbagi informasi? Maka, sistem yang dia ciptakan akhirnya berkembang pesat sepesat perkembangan jaringan internet itu sendiri.

Lee lantas meluncurkan browser-nya pada tahun 1991. Tetapi belum banyak orang yang menggunakan media WWW yang ditemukannya, sampai beberapa tahun kemudian seorang bernama Marc Andressen meluncurkan browser yang lebih populer, Mosaic.

Marc lantas mendirikan Netscape. Sejak saat itu pengguna internet dan WWW berkembang dengan sangat pesat.

Apa yang dilakukan Lee saat ini, tidak terlepas dari kehidupannya di masa lalu. Semenjak kecil, orang tua Tim sudah mengajarkannya untuk berfikir kreatif. Bahkan semasa kecil, Lee sering bermain-main dengan bilangan imajiner dalam pikirannya (seperti berapa nilai akar dua dari minus 4).

Ketika lee mulai kuliah di Oxford, dia sudah bisa merakit komputer sendiri dari barang-barang elektronik bekas TV. Dia juga mempelajari fisika karena fisika menggabungkan konsep matematika dan elektronika. "Fisika sangat menyenangkan" akunya.

Kalau Marc menjadi miliuner dengan produk yang dibuatnya, Lee dengan visi jauh ke depannya memutuskan untuk berkiprah di organisasi nirlaba dan tak banyak mengambil untung dari penemuan dan keahliannya.

Saat ini, Tim Berners Lee menjabat Direktur World Wide Web Consortium (W3C) yang berkantor di Massachussets Institute of Technology. W3C adalah sebuah organisasi yang memiliki 400-an anggota dengan staf sekira 40 orang yang tersebar di seluruh dunia.

Tujuan organisasi ini adalah untuk mengembangkan teknologi yang dapat digunakan lintas platform (interoperable technologies), menetapkan spesifikasi, aturan-aturan, menciptakan berbagai piranti lunak dan alat-alat lainnya yang dapat mengoptimalkan penggunaan temuannya, World Wide Web.

Anggota-anggotanya terdiri dari Microsoft, Adobe, Intel, Macromedia, Oracle, dan banyak lagi. Mereka bekerjasama mengembangkan teknologi yang mengeksploitasi WWW agar dapat digunakan oleh lebih banyak orang. Yang berarti juga membagi ilmu pengetahuan bagi sesama.***

Sumber : Pikiran Rakyat (26 Februari 2004)


revisi terakhir : 17 Maret 2005