komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Selasa, 21 November 2017  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Bahasa Pemrograman yang Ubah Dunia Komputasi
Beno Junianto, Amal Nur Ngazis

Saat ini perangkat komputasi sudah banyak dipakai semua generasi. Mulai dari anak sekolah hingga para eksekutif dunia. Semua kalangan kini bisa mudah menggunakan komputer, cukup belajar sebentar, maka dengan gampang dapat mengoperasikannya.

Dilansir dari Techradar, kondisi itu sangat kontras pada 50 tahun lalu. Pada 1964 silam, perangkat komputasi masih merupakan perangkat yang hanya digunakan kalangan tertentu. Saat itu komputer masih sangat besar, mahal dan diletakkan pada ruangan ber-AC, melansir Techradar, Jumat 2 Mei 2014.

Pada waktu itu, hampir semua komputer membutuhkan perangkat lunak, dan waktu itu belum ada perangkat lunak yang dijual secara bebas, sehingga hanya orang-orang tertentulah yang dapat menggunakan komputer, yakni para ahli matematika dan ilmuwan, karena mereka dapat membangun perangkat lunak sendiri.

Berangkat dari kondisi sulit itu, pada tahun itu juga, dua profesor di Dartmouth College, New Hampshire, Amerika serikat, menginginkan komputer bisa dipakai oleh semua kalangan.

Untuk itu kedua profesor, dibantu mahasiswanya, merancang bahasa pemrograman Beginners All-purpose Symbolic Instruction Code (BASIC). Tujuan pemrograman itu, agar semua orang bisa menggunakan komputer. Dan akhirnya tepat pada 1 Mei 1964, karya mereka selesai dibuat.

Program BASIC ini kemudian lambat laun menarik produsen komputer. Tercatat produsen seperti Hewlett Packard, DEC, Data General segera menawarkan BASIC. Bak bola salju, adopsi BASIC itu mendorong permintaan lebih banyak komputer yang mendukung BASIC.

Seiring ledakan permintaan itu, mulai terdapat peningkatan penggunaan komputer di kalangan mahasiswa, mereka menyadari program BASIC bukan hanya untuk mendukung pekerjaan, tapi juga bisa digunakan untuk hal yang menyenangkan.

Adopsi program BASIC juga didorong oleh pendistribusian program oleh pengembang BASIC ke sekolah menengah atas di Dartmouth, selain di Dartmouth College.

Dan jangan dibayangkan penggunaan komputer saat itu sudah cukup canggih seperti saat ini. Hardware saat itu masih primitif, bahkan untuk berinteraksi dengan program BASIC, pengguna tidak menggunakan dengan layar, mereka menggunakan teletip.

Namun pada 1974, muncul perangkat yang memudahkan penggunaan program BASIC, Intel 8080, mikroprosesor awal yang diciptakan Intel. Mikroprosesor ini memiliki kecepatan sepuluh kali lipat dari pendahulunya.

Selanjutnya muncul komputer pribadi (PC) pertama, Altair 8800 yang menggunakan bahasa pemprograman Altair BASIC, yang dikembangkan Bill Gates, Paul Alten dan Monte Davidoff dari Microsoft. Sejak itu dunia benar-benar telah berubah.

Sejak kemunculan Altair 8080 itu, gelombang komputer yang mengadopsi BASIC mulai muncul. Tercatat TRS-80 pada 1977, Commodore 64, Amstrad CPC, Acorn Atom, berbagai model Atari, Oric, ZX Spectrum.

Hingga tahun 1979, Microsoft pun berbicara dengan beberapa vendor komputer mikro, termasuk di antaranya adalah IBM, mengenai lisensi interpreter bahasa BASIC untuk komputer yang mereka bangun. Sebuah versi pun dimasukkan ke dalam chip ROM dalam IBM PC, sehingga komputer PC tanpa disket floppy akan dapat memulai langsung sesi pemrograman BASIC seperti halnya komputer mikro lainnya.

Popularitas BASIC kian melonjak, saat majalah komputer awal menerbitkan tips, tutorial, kode sumber untuk seluruh program. Bahkan disediakan gratis untuk installer.

Lambat laun kejayaan BASIC mulai terusik pada 1980-an. Pada 1981, muncul komputer personal besutan IBM, komputer ini makin populer dan mengarahkan pada MS-DOS (Microsoft Disk Operating System).

Dengan perhatian pada MS-DOS, Microsoft melambat untuk melihat problem dengan BASIC. Mulai masuk pada 1985, Microsoft rilis pertama versi QuickBasic, produk menjadi jalan menuju Microsoft Windows, yang kemudian populer salam 20 tahun ke depannya.

Pada 1991, Microsoft menggelar terobosan dengan merilis Visual Basic (VB). Bahasa pemrograman ini merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

Kemunculan VB dianggap sebagai revolusi mengingat lebih kuat dari BASIC dengan ekstensi pemrograman yang lebih baik. Namun meski punya modal awal bagus, VB masih punya problem, bahasa pemrogramannya sulit menggunakan fitur Windows yang lebih bagus. Selain itu VB juga kekurangan dukungan pemrograman.

Tak berhenti di situ, setelah muncul sampai rilis Visual basic 6, pada 2001, Microsoft merilis Visual Basic.NET. Meski awalnya sulit berkembang, namun bahasa pemrograman Visual Basic mampu bersaing dengan bahasa pemrograman lain dan menjadi bagian dari Microsoft Visual Studio.

Sumber : VIVAnews, 3 Mei 2014

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 10 Mei 2014

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI