komput@si lihat situs sponsor
        ISSN 2086-5317 Senin, 23 Oktober 2017  
 
  LIPI
depan
database
database
artikel
kegiatan
situs
info
publikasi
e-data
buku
kontak
  Artikel-artikel populer :
» daftar artikel

Rekor Superkomputer Tercepat
AP/FRD

IBM (International Business Machine) menyatakan dirinya sebagai pemilik baru rekor superkomputer tercepat. Selama tiga tahun terakhir, rekor superkomputer tercepat dipegang Earth Simulator bikinan NEC di Jepang.

"Kenyataan bahwa vendor non-Amerika Serikat (AS) seperti NEC yang memegang rekor komputer tercepat telah dipandang sebagai tantangan besar di industri komputer AS," terang Horst Simon, direktur pusat superkomputer di Lawrence Berkeley National Lab, California. "Kini, vendor dan (program) aplikasi Amerika telah merebut kembali peringkat satu itu. Inilah yang terpenting," ujarnya.

Jika Earth Simulator NEC memiliki kecepatan 35,86 teraflop. Maka IBM mengklaim superkomputer BlueGene/L System mereka, yang dinamai menurut model protein manusia dan kini dalam tahap penyelesaian, bisa mencapai kecepatan 36 teraflop. Satu teraflop setara dengan 1 triliun perhitungan per detik.

Lawrence Livermore National Laboratory akan memasang superkomputer Blue Gene/L tahun depan, dengan 130 ribu prosesor dan 64 rak, berukuran separo lapangan tenis. "Laboratorium tersebut akan memakai superkomputer untuk memodelkan perilaku ledakan high explosive, astronomi-fisika, kosmologi, dan sains terapan lain," terang juru bicara laboratorium, Bob Hirschfeld.

Adapun prototipe superkomputer yang diklaim IBM sukses mengukir rekor baru itu berlokasi di Rochester. Superkomputer ini terdiri dari 16.250 prosesor komputer dan memiliki delapan buah ruang rak.

Meski kecepatan superkomputer IBM tersebut berhasil mencapai rekor baru, daftar resmi superkomputer tercepat di dunia baru akan dirilis bulan November mendatang. Sekelompok ilmuwan yang menguji kecepatan komputer IBM akan mempublikasikannya pada situs internet www.Top500.org. Superkomputer berperan penting karena dampaknya terhadap keamanan negara, juga dalam simulasi pemodelan iklim global, fisika luar angkasa, dan riset genetika.

Tak seperti arsitektur superkomputer bikinan Jepang yang lebih terspesialisasi, superkomputer IBM BlueGene/L menggunakan turunan (derivatif) prosesor komputer komersial yang ada. Ia juga menggunakannya dalam jumlah besar, sesuatu yang tidak biasa.

Sebagai hasilnya, superkomputer tadi menjadi lebih kecil dan dingin dibandingkan superkomputer lain. "Ini menghemat biaya operasional," ujar Hirschfeld. Ia tidak menyebutkan seberapa murah Blue Gene dibanding superkomputer lain. Yang jelas, superkomputer lain bisa melakukan apa yang superkomputer IBM Blue Gene tidak bisa melakukannya, seperti menghasilkan simulasi tiga dimensi (3D) ledakan nuklir. (ap/frd)

Sumber : Jawa Pos (5 Oktober 2004)

» kirim ke teman
» versi cetak
» berbagi ke Facebook
» berbagi ke Twitter
» markah halaman ini
revisi terakhir : 9 Oktober 2004

 

PERHATIAN : komput@si berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun tidak bisa menjamin tidak terjadi kesalahan baik disengaja maupun tidak. Segala akibat dari pemakaian sarana ini merupakan tanggung-jawab pemakai !
- sejak 1 Maret 2004 -
  Dikelola oleh TGJ LIPI Hak Cipta © 2000-2017 LIPI